Mutilasi di tebet
Di suatu malam… cuaca dingin dan hujan rintik rintik, air bergelombang, dua mata air membuat lingkaran, adik minta topi kasih onde-onde.. *halaaaah, ga penting*
Suara seorang perempuan dengan usia kira-kira kepala tiga memecah keramaian… "Pak, kuping dua! Mata dua! Hidung satu! Kaki satu! Pipi satu! Otak satu!" Si bapak menyiapkan golok, pisau, memotong-motong dan memasukkan semuanya ke dalam sebuah mangkuk besar. Astagaaaa, sadis sekali perempuan ini.. Kemudian, orang-orang mulai berdatangan dan aksi mutilasi kembali terjadi. "Daging! Otak! Kaki!" dst.. dst.. Dan saya? Saya diam seribu bahasa. Rasa lapar dan nafsu makan saya hilang seketika terbang entah kemana.
Sementara, korban sudah tidak berbentuk lagi sebab semua bagian badannya sudah dipreteli untuk memenuhi permintaan orang-orang yg menjadi sadis karena kelaparan dan cuaca yg dingin. Duh, kasihan sekali nasibmu…
=== Kejadian di atas adalah suasana yang katanya kerap terjadi di sebuah warung sop kambing. Saya cuma sekali kesana dan tidak berniat untuk kembali lagi ke sana ===
May 20th, 2007 at 1:21 am
Jadi laper ris…
April 25th, 2008 at 8:17 pm
MUtilasi???!!!
merupakan modus yang terbaik bagi si pelaku untuk meninggalkan jejaknya.
modus mutilasi sangat banyak, namun mutilasi tidak jauh2 dari orang sekitar, yaitu keluarga, teman , pacar.