wawancara kerja
hari ini ada wawancara kerja di kantor. akan ada rekan-rekan baru kembali. berhubung meja saya dekat sekali dengan meja kejadian, ya secara ga sengaja saya bisa sedikit-sedikit mencuri dengar. eh bukan mencuri dong, ya secara ga sengaja kedengaran aja apa yg ditanya dan apa jawabannya. soalnya kalo mencuri kan kesannya saya tuh yang maksa-maksa pasang telinga supaya mendengarkan. ini kan ga maksa pasang telinga juga kedengeran kok.. alah jadi pusing sendiri…
ada calon rekan yang awalnya dengan semangat 45 menyala-nyala, riang, bersuara lantang, dan selalu mencoba tertawa ramah. tetapi lama kelamaan ketika dia tidak dapat menjawab beberapa pertanyaan, semangatnya mulai memudar, suara mulai tak terdengar, dan tawa tak ada lagi.
ada lagi calon rekan yang dikritik dengan keras oleh pewawancara karena tidak ada satupun pertanyaan yang dapat dijawab. nah yg ini saya ga bisa mendengar jawaban sang calon karena suaranya pelan. tapi saya salut dengan calon rekan ini, karena sampai mengucapkan salam perpisahan wajahnya masih terlihat cerah dengan seulas senyum.
ada lagi calon rekan yang sepertinya jagoan, bersuara lantang, dan ‘nyambung’ sama pewawancaranya. hmm, mungkin dia akan diterima…
kalau diingat-ingat, dulu waktu saya wawancara ke kantor ini saya mendapat giliran orang kedua terakhir. bayangkan saya sudah datang jam 10 pagi, dan wawancara pertama saya baru dilakukan jam 6 sore. dan pada waktu itu saya harus melewati 3 wawancara dengan orang-orang yang berbeda. duuh, saya ingat sekali waktu itu saya udah capeeee banget..
pikir-pikir, dengan adanya calon rekan-rekan baru ini, berarti saya sudah lama juga ya di kantor ini. hmmm, 3 tahun. kata teman saya, jika diibaratkan SMA, seharusnya saya sudah lulus nih yg berarti saya sudah harus keluar mau ga mau. tapi apakah bisa diibaratkan seperti itu…????